Wednesday, July 27, 2022

Senja di Pulau Cheung Chau



Ketika aku sudah bosen berlibur di kota, biasanya aku melipir ke tempat wisata yang lebih dekat dengan alam, contohnya ke pantai. Meskipun Hong Kong terkenal dengan kota metropolitan yang gemerlap, namun memiliki sisa lain.

Pemandangan alam di Hong Kong tak kalah indahnya, salah satunya berkunjung ke pulau Cheung Chau. Biasanya aku ke sini kalau sedang galau memikirkan hidup, bukan soal pekerjaan ya. pekerjaan sih kujalanisaja sebagaimana mestinya setiap hari. Tapi tentang hidup dan asmara, aku butuh tempat yang tenang untuk berpikir. Saat itu gejolak jiwa mudaku masih membara. Aku sudah bekerja tapi tak satupun memiliki tambatan hati, walaupun kusadari jarak juga yang akan memisahkan kami.

Satu-satunya jalan ninjaku menghalau semua pikiran itu adalah main ke pantai dan menikmati senja. Berjalan di atas pasir tanpa alas kaki sambil berlarian kecil sudah cukup membuatku tenang. Sambil mengafirmasi diriku,

“ Tenanglah, hidupmu akan baik-baik saja. Kelak akan indah pada waktunya menemukan cinta sejatimu.”


Menikmati Senja


Waktu rasanya cepat sekali berlalu kalau aku memilih main di sini. Tetiba sore sudah datang dan aku musti bergegas kembali ke kota sebelum ketinggalan kapan ferry yang tadi mengantarku ke sini dan sebaliknya. Di tengah perjalanan senja menyapaku, cahayanya yang selalu indah dan susah diungkapkan dengan kata-kata selalu memukauku. Aku tak tahu sejak kapan menyukai senja, yang aku tahu sejak kecil aku suka mengamati matahari yang hendak tenggelam di balik ujung awan sampai-sampai aku diomeli nenek atau ibuku,

“ nggak ilok, magrib-magrib nang njobo, ayo mlebu!” ( “ Ngak baik, magrib-magrib di luar, ayo masuk!”



Padahal aku suka sekali ketika melihat matahari menghilang dan menyisakan semburat warna indah. Begitupun senja di Pulau Cheung Chau ini, aku menyaksikan mulai dari matahari bulat hingga tenggelam sempurna. Mungkin aku tak akan bisa melihat senja di pulau ini karena tempatnya yang jauh kecuali ada keajaiban Allah. Dilimpahkan rezeki yang cukup untuk bisa melihat senja lagi di sini.


Monday, July 25, 2022

Senja di Ujung Jembatan Barito Banjarmasin

 


Bagaimana kesanmu pada kota yang seumur hidupmu baru kamu kunjungi? Saat tiba di bandara Syamsudin Noor aku sempat kebingungan, ini daerah asing setelah lima tahu merantau ke luar negeri. Untung saja aku segera bertemu dengan calon suami sahabatku sehingga tak sampai celingak-celinguk mencarinya.

Begitu keluar dari bandara, sinar matahari menyengat tubuhku melalu celah kain gamis yang kupakai. Syok pasti, walaupun aku pernah merasakan musim panas sewaktu di luar negeri tepatnya Hong Kong tapi rasanya tak sepanas ini, duh.

Aku menginap di rumah sahabatku, bertemu banyak teman lainnya yang dulunya kukenal lewat internet sewaktu masih di Hong Kong, salah satunya seseorang berwajah teduh, bermata sendu dan senyumnya yang khas.  Aku dan sahabatku sempat main ke pasar terapung yang cukup terkenal di Banjarmasin yaitu Pasar Terapung Lokbaintan. Excited dong melihat para penjual di atas kapal kecil yang sering disebut jukung. Mereka menjajakan aneka jualan seperti jeruk limau dan sebagainya. Mereka mendekati kapal klotok yang ukurannya lebih besar ketimbang jukung.

Kapan aku bisa menikmati senja di kota ini lagi? kota yang sebentar kusinggahi tapi menyimpan banyak kenangan manis. Tak terbayangkan bisa menyaksikan senja yang memerah saga  di tepian jembatan Barito dengan seseorang yang pernah menaruh hatiku di hatinya.




 Tapi jangan protes dengan kondisi wajahku yang kucel ya, selesai menempuh perjalanan jauh tak menyurutkan tekatku melihat senja memerah saga di ujung cakrawala sana. Lagi pula aku yang belum mengenal apa itu skincare cukup mencuci muka dengan air wudhu. Aku dengan noraknya mengabadikan diriku  dari ujung jembatan. Terima kasih orang baik yang sudah membantuku mengabadikan senja bersamaku. Akankah aku masih bisa menyaksikan senja di kota itu lagi? Mungkin tak akan sama lagi karena dengan orang yang berbeda. Wallahu Alam....




Masih banyak cerita senja lain yang pernah kusaksikan, selamat menunggu ya....

Saturday, July 23, 2022

Senja di Kolam Renang Tirta Ambara Lanud Malang


 Pertama kali melihat senja ini melalui status kontak whatsapp-ku. Pertama melihatnya aku langsung jatuh cinta, perpaduan warna dengan lokasi kolam renangnya indah sekali. Maka aku pun tertarik untuk meminta foto ini pada temanku mbak Dian. 

aku beruntung karena mbak Dian dengan senang hati memberikan foto senja ini padaku. hanya saja aku lupa kapan tepatnya foto senja ini diambil. kalau dilihat dari postingan twitterku sih pada tanggal 14 Desember 2021 lalu. 

warna lembayung senja yang merata memantul indah ke air dalam kolam renang menambah sempurna akan senja hari itu. walaupun aku tidak menikmatinya secara langsung namun dengan foto ini sudah cukup mewakili rasa kagumku akan senja di kolam renang tersebut. 

aku jadi membayangkan berenang sambil menikmati senja ini tentunya bakal menyenangkan hati. walaupun senja keindahannya hanya sesaat namun dia akan membekas dihati maknanya. 

Selamat bertemu kembali di senja yang lain ya...