Tuesday, August 2, 2022

Gadis kecil Di Ujung Senja



Sewaktu aku pulang kampung ke rumah orang tuaku, aku sempat mengajak anak keduaku bersepeda santai di sore hari. Kebetulan hari sedang cerah-cerahnya sehingga kupikir sekalian menyaksikan senja.

Jalur yang kulalui jalan desa beraspal yang tidak terlalu lebar, sebelumnya melewati rumah-rumah penduduk yang sebagian kukenal dan lainnya tidak hanya sekedar tahu. Setelahnya jalanan diapit oleh sawah di kanan kirinya dengan tanaman yang berbeda. Tepat di tengah sawah terdapat dua bangunan yang berdiri, satu rumah penduduk dan satunya merupakan bangunan sekolah dasar di desa tersebut.

Perjalanan berlanjut dengan sedikit kelokan. Saat itu sawah mau memulai musim tanam. Bibit padi masih disemai namun lahan sudah selesai dibajak dan siap ditanami. Hari semakin sore, senjapun mulai menampakkan semburatnya. Matahari yang tadi cerah perlahan menuju peraduannya. Terlihat sangat indah sekali. aku perempuan senja sangat mengaguminya. Tentu saja tak kulewatkan momen indah tersebut dalam bidikan smartphoneku. Beberapa kali kuambil gambar dengan angle yang berbeda. Bahkan kuminta anak gadisku sebagai model gadis kecil di ujung senja.

Aku sedikit menjelaskan tentang senja padanya.

“Lihat, Nak. Matahari mulai tenggelam setelah lelah menyinari bumi ini dengan cahayanya yang terang dan menyengat. “

“Berganti dengan cahaya senja yang temaram, walau hadirnya hanya sesaat namun kamu akan terus mengingatnya kelak jika sudah dewasa bila ibumu ini sangat menyukai senja.”

“Namun perlu kamu ingat, tidak semua orang yang sama melihatnya bisa memaknainya.” Gadis kecilku hanya mengangguk sambil memainkan rumput.

Suara adzan Magrib terdengar dari kejauhan, aku bergegas mengajak anakku pulang. Kukayuh sepedaku dengan sekuat tenaga. Jalanan pulang lebih menguras tenaga karena jalannya yang menanjak, sementara gadis kecilku terbonceng di belakang dengan senang hati. Kukatakan padanya untuk berpegangan pada pinggangku supaya tidak terjatuh dan dia menurut. Aku bersyukur memilikinya, ikatan batinku dengannya lebih kuat mungkin karena sesama perempuan. Gadis kecilku yang manja dan selalu mengungkapkan perasaannya dengan tulus bahwa dia sayang padaku dan dipeluknya selalu diriku. 

 

1 comment: