Monday, January 16, 2023

Senja di Kiram Park

 



Dua belas tahun jarak waktu untukku bisa kembali ke kota ini. Sahabatku adalah satu-satunya alasanku untuk kembali ke sini. Dan tanggal dua puluh satu Desember adalah waktu yang kutunggu-tunggu untuk sampai di sini. Perjalanan dari rumah, naik pesawat hingga sampai di bandara berjalan lancar. satu hal yang gak berubah dari kota ini, tetap saja panas seperti dua belas tahun lalu. Aku yang terbiasa tinggal di cuaca dingin cenderung sejuk, tentu saja seperti disengat begitu matahari menimpa ujung kepalaku. 
Waktuku tak banyak di sini sehingga hari pertama datang, sahabatku mengajakku ke sini, namanya Kiram Park. Sebuah taman yang luas yang berada di pinggiran kota. Beruntung aku diajak ke sini menjelang sore sehingga bisa menikmati senja di sini. Walau tak nampak terlihat sempurna tapi itu sudah cukup buatku. 
Sebenarnya bukan di sini tempat yang kutuju untuk melihat senja. Tapi kalau sejak awal sudah disambut senja, kenapa tidak. 




Friday, December 2, 2022

Senja Akhir Tahun


 Waktu rasanya berjalan begitu cepat. aku merasa baru kemarin mengalami awal tahun yang cukup berat namun kini sudah di penghujung tahun lagi. 

Aku menikmati senja di cerita ini akhir tahun lalu. Hari-hari cerah masih bisa kunikmati dengan leluasa. Hujan turun tak sesering tahun ini, mungkin aku tak akan bisa melihat senja sebagus ini di akhir tahun ini. 

Musim panen padi masih sama dan sudah usai tapi hujan nyaris turun sepanjang hari menuju akhir tahun. Apakah aku merindukan senja yang sama? antara iya dan tidak, seperti kehidupan ini yang berlalu biarlah berlalu, saatnya menatap ke depan dan apakah sama dengan hari kemarin, Wallahu alam. 

Akhir tahun ini aku akan pergi ke suatu tempat, ya harapanku meski kecil bisa menikmati senja di sana. Aku sudah menentukan tempat untuk menikmati senja, yang bahkan aku sudah melihatnya di tayangan video yang memang bagus banget. Supaya aku punya cerita setiap akhir tahun melihat senja yang bagus. 

Semoga aku beruntung ya.



 

Wednesday, November 2, 2022

Sepotong Senja dan Segelas Teh Manis

 


Aku nyaris lupa bagaimana caranya menulis dengan runut. Padahal itu hanya isi hatiku yang tak terkondisikan. Semestinya aku bisa menuliskan sambil menutup mata, nyatanya ku tetap tak bisa. 
sepertinya aku butuh suasana sepotong senja dan segelas teh manis. 
Tapi segelas teh manis itu terlalu berlebihan karena aku sedang diet. 
Bagaimana kalau teh tawar? Biarkan walau hambar...


Tuesday, October 11, 2022

Menagih Senja Di Kotamu….

 





Menagih Senja Di Kotamu….

Aku berhenti sejenak dari kepenatan jiwa

Menatap di kejauhan senja…

Akan tiba bagiku menikmatinya

Melafazkan kebesaran Illahi akan kuasa-Nya


Aku kembali menatap di tepian jendela hati

Mencari makna dari setiap serakan awan gemawan senja…

Waktu akan menuntunku pelan..

Sebagai keyakinanku pada janji-Nya


Aku termenung kala hati berharap

Merasai diri ada dan dekat pada senja…

Hingga ketenangan kutemukan bersamamu

Pada syukur ku akan nikmat-Nya


Aku masih di sini…

Lihatlah, aku menunggu sapamu…

Mendengarkan yang kamu ceritakan penuh penghayatan

dan aku akan datang menagih senja itu di kotamu…

Saturday, October 1, 2022

Senja dalam Perjalanan Menuju Bali


 Awal Juli aku memutuskan mengikuti trip perjalanan ke Bali. Tawaran trip itu datang dari temanku dengan biaya yang cukup terjangkau. Tanpa pikir panjang aku langsung mendaftarkan diri, ini kesempatanku pertama kali ke Bali. Selain itu sebagai upayaku untuk healing. Pelengkap dari proses pengobatanku yang sudah kujalani beberapa bulan dari luka batin. 

Saat hari H keberangkatan ternyata bus yang bakal membawaku ke Bali datang terlambat. Sehingga waktu perjalanan dari Surabaya menjemput peserta trip lainnya, aku bisa menyaksikan senja ini. anggap saja kompensasi dari keterlambatan tadi. Selain aku bisa menikmatinya langsung, untung saja masih bisa kuabadikan walau dari dalam bus yang melaju cukup kencang karena mengejar waktu. 

Thursday, September 15, 2022

Senja dari Banjarbaru, Banjarmasin


Ini senja dari pulau yang dijuluki seribu sungai. Seseorang pernah mengabadikannya untukku, tepatknya akhir tahun lalu. 
Aku masih ingat darimana posisinya membidik momen senja dengan angle yang menarik ini. Tapi tidak perlu kusebutkan nama tempatnya. 
Jika aku mau mungkin aku bisa memilih tempat yang sama untuk melihatnya langsung tapi mungkin akan berbeda nuansanya. 


dari yang masih perlahan meredup hingga temaram.
seharusnya kutelah melewatkanmu
menghapuskanmu dari dalam benakku
namun ternyata sulit
merelakanmu pergi begitu saja, senja....




 

Tuesday, September 13, 2022

Senja di Candi Ijo Yogyakarta

 


Terakhir aku ke Yogya tahun 2019
Kota ini memiliki kenangan manis yang selalu membuatku rindu untuk kembali ke sana. 
Meskipun ada hal yang tak ingin pula kukenang. Bahwa aku pernah salah menunggu seseorang yang ternyata mengabaikan ku. 
Selama aku pernah tinggal di sana karena bekerja, justru aku tak pernah bisa menyaksikan indahnya senja. 
Begitupun saat seseorang singgah di kota ini demi mengantarku ke tempat kerja. Tak terpikirkan untuk menikmati senja bersama. 
Baru akhir tahun 2019, aku leluasa menanti senja perlahan hadir di depan mataku. 
Waktu itu banyak yang menunggu momen ini, seindah itukah sampai rela menunggu dari atas Candi Ijo. 
Mungkin momen ini tak akan terulang lagi, karena waktu itu ke sana bareng temen-temen, tapi setidaknya aku mempunyai kenangan, bahwa aku masih perempuan di ujung senja yang menikmati keindahannya dan meresapi maknanya.